Hipotesis Penelitian Pendidikan, Hipotesis Penelitian: Pengertian, Konsep dan Macamnya, Contoh Hipotesis Penelitian, Contoh Hipotesis Penelitian Skripsi, Hipotesis Penelitian Kuantitatif, Hipotesis Penelitian PDF, Jenis Hipotesis Penelitian.
A. Pengertian Hipotesis
Istilah
hipotesis berasal dari bahasa yunani yang mempunyai dua kata “hupo” artinya sementara dan
“thesis” artinya pernyataan atau teori. Menurut Dantes (2012:164) hipotesis adalah praduga atau
asumsi yang harus diuji melalui data atau fakta yang diperoleh melalui
penelitian. Selanjutnya Dantes (2012:164) menyatakan bahwa hipotesis merupakan penuntun
bagi peneliti dalam menggali data yang diinginkan. Sudjana (2005:219) menyatakan bahwa hipotesis adalah asumsi atau dugaan
mengenai suatu hal yang dibuat untuk menjelaskan hal itu yang sering dituntut
untuk melakukan pengecekan. Selain itu, menurut
Zuriah (2006:162) hipotesis merupakan jawaban yang sifatnya sementara terhadap
permasalahan yang diajukan dalam penelitian. Lanjutnya hipotesis tersebut belum
tentu benar, benar tidaknya suatu hipotesis tergantung hasil pengujian data empiris.
Berdasarkan para ahli diatas di atas, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis adalah asumsi atau jawaban sementara mengenai suatu permasalahan yang harus dibuktikan kebenarnya melalui pengujian data empiris.
B. Jenis
– jenis Hipotesis
Ada dua jenis hipotesis yang
digunakan dalam penelitian (Arikunto, 2010:112), yaitu :
1. Hipotesis
kerja, atau disebut hipotesis alternatif (Ha), hipotesis ini menyatakan ada
hubungannya antara variabel X dan Y, atau perbedaannya antara dua kelompok.
Rumusan
hipotesis kerja :
a. Jika
………….. maka………..
b. Ada
perbedaan antara …..……. dan…………..
c. Ada
pengaruh…………… terhadap……………
2. Hipotesis
Nol (Ho), sering disebut juga hipotesis nihil atau hipotesis statistik karena biasanya
dipakai dalam penelitian yang bersifat statistik . Hipotesis nol menyatakan tidak adanya perbedaan antara dua variabel atau tidak adanya
pengaruh variabel X terhadap Y.
Rumus
hipotesis nol :
a. Tidak
ada perbedaan antara ………….. dengan……………
b. Tidak
ada pengaruh…………………..terhadap……………
Menurut Jogiyanto (2008 :
55-56) perbedaan Hipotesis Nol dan Hipotesis Alternatif, yaitu:
Hipotesis Nol
|
Hipotesis Alternatif
|
Hipotesis nol
biasanya digunakan untuk penelitian yang hakiki seperti penelitian fisika,
kimia dan lainnya yang hasilnya sudah pasti.
|
Hipotesis alternatif
lebih digunakan di penelitian sosial seperti di penelitian akuntansi,
keuangan, sistem informasi dan lainnya.
|
Hipotesis akan
menjadi teori selama hipotesis nol tidak mampu ditolak. Sekali hipotesis nol
ini ditolak, maka hipotesis tidak akan menjadi teori. Oleh sebab itu, untuk
penelitian semacam ini, hipotesis dinyatakan dalam bentuk hipotesis nol.
|
Hipotesis akan
menjadi teori jika banyak penelitian yang semacam yang mendukung hipotesis
alternatifnya dibandingkan dengan yang tidak mendukungnya.
|
Tujuan penelitian
adalah untuk menolak hipotesis nol.
|
Tujuan dari
penelitian adalah untuk menerima atau mendukung hipotesis.
|
C. Bentuk-bentuk Hipotesis Penelitian
Berdasarkan
tingkat ekplanasinya, bentuk rumusan masalah penelitian ada tiga yaitu:
1) Hipotesis
Deskriptif
Hipotesis deskriptif adalah jawaban sementara terhadap masalah
deskriptif, yaitu yang berkenaan dengan variabel mandiri (Sugiyono, 2012:100).
Contoh:
a. Tindakan
Kepala Sekolah dalam penegakan disiplin di SMP Negeri 3 Kota Surakarta paling
tinggi 40% dari nilai ideal.
b. Pengembangan
model kurikulum pendidikan moral berdasarkan transformasi nilai-nilai budaya di
SMU Negeri 1 Kota Balikpapan paling rendah 60% dari nilai ideal
Contoh lain :
a. Rumusan
masalah deskriptif
Berapa lama daya tahan berdiri karyawan toko lulusan
SMK ?
b. Hipotesis
deskriptif
Daya tahan berdiri karyawan toko lulusan SMK sama
dengan 6 jam/hari (H0). Ini merupakan hipotesis nol, karena daya
tahan berdiri karyawan lulusan SMK yang ada pada sampel diharapkan tidak
berbeda secara signifikan dengan daya tahan yang ada pada populasi. (angka 6
jam/hari merupakan angka hasil pengamatan sementara).
c. Hipotesis
statistik
H0 : 𝜇 = 6 jam/hari
Ha :
𝜇 ≠ 6 jam/hari
𝜇: adalah nilai
rata-rata populasi yang dihipotesiskan atau ditaksir melalui sampel
2)
Hipotesis
Asosiatif
Hipotesis asosiatif adalah jawaban
sementara terhadap rumusan masalah asosiatif, yaitu yang menanyakan hubungan
antara dua variabel atau lebih (Sugiyono, 2012:103).
Contoh :
o Bentuk hubungan
Ada hubungan yang signifikan antara konsepsi siswa
pada pembelajaran zat aditif pada makanan dengan metode praktikum di Sorong-
Papua Barat.
o Bentuk pengaruh
Ada pengaruh yang signifikan antara pembelajaran IPA
dengan pendekatan topik dan tematik terhadap peningkatan ketrampilan berpikir
rasional siswa SD kelas V di kota Denpasar.
Contoh lain:
o Rumusan masalah asosiatif
Ada hubungan yang positif dan signifikan antara
kepemimpinan kepala sekolah dengan iklim kerja sekolah.
o Hipotesis penelitian
Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara
kepemimpinan kepala sekolah dengan iklim kerja sekolah.
o Hipotesis statistik
H0 : ρ = 0, ------ 0 berarti tidak ada hubungan
Ha : ρ ≠ 0, ------ “tidak sama dengan nol”
berarti lebih besar atau kurang dari nol berarti ada hubungan
3) Hipotesis Komparatif
Hipotesis komparatif adalah jawaban
sementara terhadap rumusan masalah komparatif (Sugiyono, 2012:102. Pada rumusan ini, variabelnya
sama tetapi populasi atau sampelnya yang berbeda, atau keadaan itu terjadi pada
waktu yang berbeda.
Contoh :
Terdapat perbedaan etos kerja guru SLTP
Negeri dengan SLTP swasta di Kota Gorontalo, bahwa etos kerja guru SLTP Negeri
lebih baik dari pada etos kerja guru SLTP swasta.
Contoh lain:
o Rumusan masalah Komparatif
Bagaimanakah
prestasi belajar mahasiswa perguruan tinggi negeri X bila dibandingkan dengan
perguruan tinggi negeri Y ?
o Hipotesis Komparatif
Hipotesis Nol :
1)
H0
: Tidak terdapat perbedaan prestasi belajar mahasiswa perguruan tinggi negeri X
dengan perguruan tinggi negeri Y; atau terdapat persamaan prestasi belajar
antara mahasiswa perguruan tinggi negeri X dan Y.
2)
H0 : Prestasi
belajar mahasiswa perguruan tinggi X lebih besar atau sama dengan perguruan
tinggi Y "(lebih besar atau sama dengan) = paling sedikit)".
3)
H0 :
Prestasi belajar mahasiswa perguruan tinggi X lebih kecil atau sama dengan perguruan
tinggi Y "(lebih kecil atau sama dengan)” = paling besar)".
Hipotesis Alternatif :
1)
Ha :
Prestasi belajar mahasiswa perguruan tinggi negeri X lebih besar (atau lebih
kecil) dari perguruan tinggi negeri Y.
2)
Ha : Prestasi
belajar mahasiswa perguruan tinggi X lebih kecil daripada perguruan tinggi Y.
3)
Ha :
Prestasi belajar mahasiswa perguruan tinggi X lebih besar daripada perguruan
tinggi Y.
Hipotesis
Statistiknya :
1)
H0 :
𝜇1 =
𝜇2 Ha : 𝜇1 ≠
𝜇2
2) H0 : 𝜇1 ≥
𝜇2 Ha : 𝜇1 ˂
𝜇2
3)
H0 :
𝜇1 ≤
𝜇2 Ha : 𝜇1 ˃
𝜇2
D. Pengujian Hipotesis

Menurut Sugiyono (2011,99-100), Uji pihak kiri digunakan apabila: hipotesis nol H0 berbunyi "lebih besar atau sama dengan (≥)" dan hipotesis alternatifnya berbunyi Ha "lebih kecil (<)". Kata lebih besar atau sama dengan sinonim dengan kata: paling rendah, paling sedikit, paling kecil, maka
pengujiannya menggunakan uji satu pihak tepatnya uji pihak kiri .Kriteria pengujian : jika t hitung lebih besar atau sama dengan t tabel, maka H0 diterima dan Ha ditolak.

Menurut Sugiyono (2011,102), Uji pihak kanan digunakan apabila: hipotesis nol H0 berbunyi "lebih kecil atau sama dengan (≤)" dan hipotesis alternatifnya berbunyi Ha "lebih besar (˃)". Kata lebih kecil atau sama dengan sinonim dengan kata: paling tinggi, paling besar, paling banyak,
maka
pengujiannya menggunakan uji satu pihak tepatnya uji pihak kanan
.Kriteria pengujian : jika t hitung lebih kecil atau sama dengan t
tabel, maka H0 diterima dan Ha ditolak.
Baca Juga

Menurut Sugiyono (2011,97), Uji pihak kanan digunakan apabila: rumusan H0 berbunyi
sama dengan (=) sedangkan rumusan Ha
berbunyi tidak sama dengan (≠)
. kriteria pengujian : jika t hitung kurang dari atau sama dengan (≤) t tabel, maka H0 diterima dan Ha ditolak.
E. Dua Kesalahan dalam Pengujian Hipotesis
Menurut Arikunto (2010:115) terdapat dua kesalahan dalam pengujian hipotesis yaitu :
a. Kesalahan
tipe I adalah suatu kesalahan bila menolak hipotesis nol (Ho) yang benar
(seharusnya diterima). Dalam hal ini tingkat kesalahan dinyatakan dengan α
.
b. Kesalahan tipe II adalah kesalahan
bila menerima hipotesis yang salah (seharusnya ditolak). Tingkat kesalahan untuk ini dinyatakan
dengan β
.
Kesimpulan
dan Keputusan
|
Keadaan Sebenarnya
|
|
Hipotesis Benar
|
Hipotesis Salah
|
|
Terima Hipotesis
|
Tidak Membuat kesalahan
|
Kesalahan Tipe II
|
Menolak Hipotesis
|
Kesalahan Tipe I
|
Tidak membuat kesalahan
|
Penjelasan dari table
yaitu :
- Keputusan menerima hipotesis nol yang benar berarti tidak membuat kesalahan
- Keputusan menerima hipotesis nol yang salah berarti terjadi
kesalahan tipe II
- Membuat keputusan menolak hipotesis nol yang benar, berarti terjadi kesalahan tipe I
-
Keputusan menolak hipotesis nol yang salah berarti tidak membuat kesalahan
F. Karakteristik Hipotesis yang Baik
1. Merupakan dugaan terhadap keadaan
variabel mandiri, perbandingan keadaan variabel pada berbagai sampel, dan
merupakan dugaan tentang hubungan antara dua variabel atau lebih.
2. Dinyatakan
dalam kalimat yang jelas, sehingga tidak menimbulkan berbagai penafsiran
3. Dapat diuji
dengan data yang dikumpulkan dengan metode-metode ilmiah.
Daftar
Rujukan
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekata Praktik. Jakarta : Renika Cipta
Dantes, Nyoman. 2012. Metode Penelitian. Yogyakarta : CV. Andi
Offset.
Sudjana . 2005. Metoda Statistika. Bandung : Tarsito
Sugiyono.
2011. Metode Penelitian Bisnis.
Bandung: Alfabeta.
Sugiyono.
2012. Metode Penelitian Kuantitatif ,
Kualitatif dan R n D. Bandung: Alfabeta.